Masalah Hukum Terhadap Putusan Pemidanaan Dibawah Batas Minimal Bagi Pelaku Tindak Pidana Anak

Authors

  • Ryan Ardiansyah Magister Ilmu Hukum Universitas Muslim Indonesia
  • Syamsuddin Pasamai Universitas Muslim Indonesia
  • Abdul Agis Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jlg.v2i2.357

Keywords:

Putusan, Minimal, Anak

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis masalah hukum yang timbul dari putusan pemidanaan dibawah batas minimal bagi pelaku tindak pidana anak, dan solusi pendekatannya dalam mengatasi masalah hokum tersebut. Tipe penelitian normatif Sumber data adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data adalah studi kepustakaan dan dokumentasi .Metode analisis data adalah kualitatif.Hasilnya, masalah hukum yang timbul dari putusan pemidanaan dibawah batas minimal bagi pelaku tindak pidana anak pada penerapan Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) mencakup tiga perspektif yaitu pertama, perspektif sumber (input) pembentukan UU yang menjadi dasar kebijakan putusan pemidanaan, kedua, perspektif proses peradilan tindak pidana anak di lembaga peradilan umum untuk penyelesaian perkara tindak pidana melalui putusan pemidanan dengan berbagai faktor mempengaruhinya, dan ketiga, perspektif output-outcome berupa dampak positif (manfaat) dan negative produk putusan pemidanaan terhadap berbagai pihak.

The research objective to analyze the legal problems arising from the criminal verdict below the minimum limit for juvenile offenders, and the solution to the approach in overcoming this legal problem. Types of normative research Data sources are primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The data collection method is literature study and documentation. The data analysis method is qualitative. The result is that legal problems arising from criminal decisions below the minimum limit for child offenders in the application of the Child Protection Law (UUPA) include three perspectives, first, the source perspective. (input) the formation of laws which are the basis for criminal decision policies, second, the perspective of the juvenile justice process in general justice institutions for the settlement of criminal cases through convictions with various factors affecting them, and third, the perspective of output-outcome in the form of positive impacts (benefits). and negative convictions against various parties.

 

References

Amin, R. (2020). Perlindungan Hukum Justice Collaborator Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia: Studi Perkara Tindak Pidana Narkotika. Deepublish.

Ernis, Y. (2017). Diversi Dan Keadilan Restoratif Dalam Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Anak Di Indonesia (Diversion And Restorative Justice In Case Settlement Of Juvenile Justice System In Indonesia). Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 10(2), 163-174.

Gulo, N. (2018). Disparitas dalam penjatuhan pidana. Masalah-Masalah Hukum, 47(3), 215-227.

Haling, S., Halim, P., Badruddin, S., & Djanggih, H. (2018). Perlindungan Hak Asasi Anak Jalanan Dalam Bidang Pendidikan Menurut Hukum Nasional Dan Konvensi Internasional. Jurnal Hukum & Pembangunan, 48(2), 361-378.

Meyrina, S. A., & Indonesia, H. R. (2017). Restorative Justice dalam Peradilan Anak Berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2012. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 17(1), 92-107.

Mulyadi, L., & SH, M. (2006). Pergeseran Perspektif dan Praktek dari Mahkamah Agung Republik Indonesis Mengenai Putusan Pemidanaan. Majalah Varia Peradilan, 1-17.

Nugroho, B. (2017). Peranan Alat Bukti Dalam Perkara Pidana Dalam Putusan Hakim Menurut KUHAP. Yuridika, 32(1), 17-36.

Rahayu, S. (2015). Diversi Sebagai Alternatif Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Yang Dilakukan Anak Dalam Perspektif Sistem Peradilan Pidana Anak. Jurnal Ilmu Hukum Jambi, 6(1), 43317.

Rumadan, I. (2013). Problem Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia dan Reorientasi Tujuan Pemidanaan. Jurnal Hukum dan Peradilan, 2(2), 263-276.

Satria, H. (2018). Restorative Justice: Paradigma Baru Peradilan Pidana. Jurnal Media Hukum, 25(1), 111-123

Published

2021-02-18