Analisis Pengembangan Sistem Angkutan Umum di Jalur Trans Kalimantan Berdasarkan Persepsi Pengguna Terminal Batu Ampar Kota Balikpapan

Authors

  • St. Maryam H Universitas Muslim Indonesia
  • Lambang Basri Said Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad Adam Magister Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia

Keywords:

Analisis Hirarki Proses, Antar Kota Dalam Provinsi, Logit Multinomial, Transportasi Berkelanjutan

Abstract

Saat ini sudah berkembang konsep baru dalam sistem transportasi yaitu sistem transportasi yang berkelanjutan (sustainable transportation). Konsep ini sudah banyak diterapkan di banyak negara, baik di negara maju maupun di negara berkembang, dan cukup berhasil untuk menangani permasalahan transportasi. Meskipun sampai saat ini belum ada definisi yang baku tentang sustainable transportation, namun ada beberapa definisi yang dapat dijadikan acuan tentang sistem transportasi yang berkelanjutan ini. Penelitian ini bertujuan untuk [1] menganalisis kinerja layanan sistem angkutan umum jenis Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) berdasarkan persepsi penumpang dan [2] Merumuskan skenario pengembangan sistem angkutan umum yang sesuai dengan situasi dan kondisi kota, keinginan masyarakat dan yang paling memungkinan untuk diterapkan di Kota Balikpapan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif deskriptif. Kuantitatif deskriptif adalah jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk Kota Balikpapan, Skenario pengembangan angkutan umum berdasarkan analisis AHP dan Survey Preferensi masyarakat (Model regresi multinomial logit), yang memungkinkan dikembangkan adalah sistem angkutan umum dengan moda baru dalam skema Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline. Faktor utama yang menjadi prioritas pertimbangan adalah besaran rata-rata biaya transportasi rumah tangga. Usaha untuk revitalisasi angkutan umum di kota Balikpapan akan berhasil jika di dukung oleh semua pihak terutama masyarakat kota Balikpapan khususnya. Keberhasilan ini salah satunya ditentukan dengan kesesuaian keinginan masyarakat terhadap rencana sistem angkutan umum yang akan di kembangkan pemerintah. Berdasarkan hasil penelitian pilihan untuk mengoptimalkan sistem angkutan umum yang lama tidak mendapat perhatian masyarakat. Secara umum masyarakat sudah berpikir untuk penggunanaan sistem baru yang lebih menarik, salah satunya adalah tawaran skenario penggunaan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline.

Published

2021-08-24