Implementasi Program Pelayanan Kegawatdaruratan di Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang Pangkajene dan Kepulauan (Peraturan Menteri Kesehatan No 47 Tahun 2018)

Implementation of the Emergency Service Program at Batara Siang Regional General Hospital Pangkajene and Islands (Minister of Health Regulation No. 47/2018)

Authors

  • Rhadiathul Islamiah Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Andi Asrina Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Samsualam Samsualam Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jahr.v5i2.1606

Keywords:

Implementasi, Kebijakan, Sarana dan Parasarana, Monitoring dan Evaluasi, Pelayanan Kegawatdaruratan

Abstract

ABSTRAK

Latar Belakang: Pelayanan kegawatdaruratan merupakan bagian integral dari layanan kesehatan di rumah sakit. Pelayanan ini dilakukan terutama oleh Instalasi Gawat Darurat. Sebagai garda terdepan sebuah rumah sakit, pelayanan kegawatdaruratan di rumah sakit haruslah cepat, bermutu dan efektif. Oleh karena demikian, dibutuhkan sesuai standar pelayanan yang menjadi acuan tiap unit yang bekerja pada layanan kegawatdaruratan ini. Peraturan Menteri Kesehatan No. 47 tahun 2018 merupakan kebijakan yang dibuat sebagai acuan standar pelayanan. Peraturan ini berisikan standarisasi pada komponen input, proses, dan output.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi permenkes No 47 tahun 2018 pada pelayanan kegawatdaruratan di RSUD Batara Siang.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan data primer didapatkan dari pengamatan langsung dan wawancara mendalam berbagai informan serta data sekunder yang didapatkan dari telaaah dokumen rumah sakit dan jurnal yang berhubungan dengan kualitas SDM.

Hasil: Terdapat beberapa komponen yang belum memenuhi standarisasi sesuai kebijakan yang ada, yakni belum meratanya pengetahuan mengenai kebijakan yang menjadi acuan standar pelayanan di rumah sakit, kualitas sumber daya manusia yang tidak merata, belum lengkapnya beberapa sarana dan prasarana, proses pelayanan kegawatdaruratan yang terimplementasi sebagian, dan angka kematian yang masih tinggi di IGD.

Kesimpulan: Permenkes No 47 tahun 2018 belum diterapkan secara menyeluruh di IGD RSUD Batara Siang.

 

ABSTRACT

Background: Emergency care is an integral part of healthcare system in the Hospital. This type of care is performed by emergency department (IGD). As a frontline of the hospital, the emergency room should be fast, excellent, and effective in service. Therefore, it is needed to create a standarization that becomes reference for all the unit involved in emergency care. Peraturan Menteri kesehatan No 47 tahun 2018 was established as the reference for emergency care standarization. This policy contains of input, process, and output components of standarization.

Objective: This research is conducted to look the implementation of the peraturan Menteri kesehatan No 47 tahun 2018 in Batara Siang General Hospital.

Method: This study is a qualitative research which data is collected as primary and secondary. Primarily, the data is collected by direct observation and in depth interviews of the selected informants. Secondarily, the data is processed by document or journal reviews.

Results: there are some of the standarizaion components that did not met the requirements listed in the policy. The components that substandard are the undistributed knowledge about emergency care standarization policy, the human resource qualities, The partially available medical facilities and infrastructures, the partially implementation of emergency care process, and the high of emergency room mortality. 

Conclusion: Permenkes No 47 tahun 2018 in Batara Siang General Hospital is not yet completely implemented.

References

UU nomor 25 tahun 2009. UU nomor 25 tahun 2009 [Internet]. 2009. Available from: https://peraturan.bpk.go.id/Details/38748/uu-no-25-tahun-2009

Mulyadi D. Administrasi Publik dan Pelayanan Publik. Alfabeta; 2016.

Listiyono RA. Studi Deskriptif Tentang Kuaitas Pelayanan di Rumah Sakit Umum Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto Pasca Menjadi Rumah Sakit Tipe B. J Kebijak dan Manaj Publik. 2015;1(1):1–7.

Permenkes. Peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 47 tahun 2018 tentang pelayanan kegawatdaruratan. Menteri Kesehat Republik Indones. 2018;

Kemenkes. Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 4 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien. 2018.

Aditia D, Pradnyani PE, Kurniawan, F. A, Insrayadi, Triana, et al. Ilmu Kesehatan Masyarakat Teori dan Aplikasi. 1st ed. Wiyata Bestari Samasta; 2023.

Besse Dwy Ayu Paramitha Dai, Razak A, Andi Asrina. Analisis Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo Nomor 69 Tahun 2020 Tentang Protokol Kesehatan COVID-19. J Aafiyah Heal Res. 2021;2(1):13–29.

Ganida AP. Gambaran Pendidikan, Pelatihan Dan Lama Kerja Terhadap Pengetahuan Perawat di IGD RSUD Deli Serdang Tahun 2017. Dr Diss. 2018;

Simbolon AMA. Pengaruh Kompetensi Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Perawat Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit Umum dr. F.L. Tobing Sibolga. 2016; Available from: https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/674

Kuzairi U, Yuswadi H, Budiharjo A, Patriadi HB. Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pada Pelayanan Publik Bidang Kesehatan (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Umum dr. H. Koesnadi Bondowoso) [Internet]. Disertasi. 2017. Available from: https://core.ac.uk/download/pdf/229209836.pdf

Wulandari T, Fajrah S. Hubungan Pelatihan Tenaga Kesehatan Dengan Kinerja Petugas Di Puskesmas Lompe Ntodea Kecamatan Parigi Barat Kabupaten Parigi Moutong. J Ilm Kesmas IJ. 2020;21(2):56–61.

Muslimin R Pakka, Nurbaeti, Arni Rizqiani Rusyidi. Pengaruh Kinerja Perawat dan Sarana Prasarana Terhadap Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Makassar. Wind Public Heal J. 2021;2(1):21–9.

Ramli. Analisis Kualitas Pelayanan Kesehatan di Unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Makasssar [Internet]. Thesis. 2019. Available from: http://www.ghbook.ir/index.php?name=فرهنگ و رسانه های نوین&option=com_dbook&task=readonline&book_id=13650&page=73&chkhashk=ED9C9491B4&Itemid=218&lang=fa&tmpl=component%0Ahttp://www.albayan.ae%0Ahttps://scholar.google.co.id/scholar?hl=en&q=APLIKASI+PENGENA

Astuti SW, Arso SP, Fatmasari EY. Analisis Proses Perencanaan Dan Evaluasi Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Instalasi Gawat Darurat Di Rsud Dr. R. Soetijono Blora. J Kesehat Masy. 2017;5(4):137–44.

Vermasari A, Masrul M, Yetti H. Analisis Implementasi Standar Pelayanan Minimal (Spm) Di Instalasi Gawat Darurat (Igd) Rsu Mayjen Ha Thalib Kabupaten Kerinci. J Kesehat Andalas. 2019;275–84.

Haeruddin H, Alwi MK, Syamsuddin U. Pengaruh Mutu Pelayanan Kesehatan terhadap Kepuasan dan Minat Kembali di RSUD Haji Makassar. Wind Heal J Kesehat. 2021;4(3):282–8.

Abdul H, Rottie J, Karundeng MY. Analisis Perbedaan Response Time Perawat Terhadap Pelayanan Gawat Darurat Di Unit Gawat Darurat Di Rsu Gmim Pancaran Kasih Dan Di Rsu Tk.Iii Robert Wolter Monginsidi Kota Manado. e-Journal Keperawatan (e-Kp), 4(2). 2016;4(2):1–8.

Hoxmeier JA, DiCesare C. System Response Time and User Satisfaction: An Experimental Study of Browser-based Applications. Am Conf Inf Syst [Internet]. 2000;140–5. Available from: http://aisel.aisnet.org/amcis2000http://aisel.aisnet.org/amcis2000/347

Putra I, Rattu A, J P. Analisis Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit GMIM Kaloorang Amurang. J IKMAS. 2017;2.

Published

2024-02-26

How to Cite

Islamiah, R., Asrina, A., & Samsualam, S. (2024). Implementasi Program Pelayanan Kegawatdaruratan di Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang Pangkajene dan Kepulauan (Peraturan Menteri Kesehatan No 47 Tahun 2018): Implementation of the Emergency Service Program at Batara Siang Regional General Hospital Pangkajene and Islands (Minister of Health Regulation No. 47/2018). Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 5(2), 1-15. https://doi.org/10.52103/jahr.v5i2.1606