Implementasi Pelayanan Gawat Darurat Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 di BLUD RS H.M. Djafar Harun Kolaka Utara Tahun 2024

Authors

  • Emmy Safitri Abbas Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Reza Aril Ahri Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Alfina Burhanuddin Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jahr.v5i2.1685

Keywords:

Standar Pelayanan Minimal, Instalasi Gawat Darurat, Rumah Sakit

Abstract

ABSTRAK

Latar Belakang: Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 didalamnya terdapat 8 indikator untuk Pelayanan Gawat Darurat. Saat ini pelaksanaan indikator pelayanan gawat darurat di BLUD RS H.M. Djafar Harun Kolaka Utara masih terdapat banyak masalah.

Tujuan: Untuk menganalisis Implementasi Pelayanan Gawat Darurat Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 di BLUD RS H.M. Djafar Harun Kolaka Utara Tahun 2024 dari segi Input, Proses, dan Output.

Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik snowballing sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, telusur dokumen, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teori Miles and Hurberman yaitu Reduksi data, Paparan data, dan Penarikan kesimpulan. Penelitian dilakukan bulan Februari-Maret 2024.

Hasil: Data pengukuran dari RS H.M. Djafar Harun, 7 dari 8 Indikator telah memenuhi standar pada Desember 2023, kecuali belum tersedianya tim manajemen bencana. Namun, berdasarkan hasil wawancara dan observasi masih ditemukan banyak permasalahan yang terjadi dalam pengimplementasian SPM IGD baik itu dari segi input, proses, dan output.

Kesimpulan: Implementasi SPM di IGD BLUD RS H.M. Djafar Harun Kolaka Utara masih harus diperhatikan aspeknya secara keseluruhan mulai dari input, proses, dan output, sehingga pencapaian indikator 7 dari 8 dapat ditingkatkan, dan masalah-masalah yang dapat menurunkan angka pencapaian indikator SPM di IGD dapat diatasi secara keseluruhan.

 

ABSTRACT

Background: Hospital Minimum Service Standards (SPM) are regulated in the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 129 in which there are 8 indicators for Emergency Services. Currently the implementation of emergency service indicators at BLUD RS H.M. Djafar Harun North Kolaka still has many problems.

Objective: To analyze the Implementation of Emergency Services Based on Decree of the Minister of Health Number 129 at BLUD RS H.M. Djafar Harun North Kolaka Year 2024 in terms of Input, Process, and Output.

Method: The method used in this research is qualitative. Determination of informants in this study using snowballing sampling technique. Data collection techniques used in-depth interviews, document searches, and observation. The data analysis technique uses the Miles and Hurberman theory, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research was conducted in February-March 2024.

Results: Measurement data from H.M. Djafar Harun Hospital, 7 out of 8 Indicators have met the standard by December 2023, except for the unavailability of a disaster management team. However, based on the results of interviews and observations, there are still many problems that occur in the implementation of SPM IGD both in terms of input, process, and output.

Conclusion: Implementation of SPM in the Emergency Room of BLUD RS H.M. Djafar Harun North Kolaka still has to be considered as a whole aspect starting from input, process, and output, so that the achievement of indicators 7 out of 8 can be improved, and problems that can reduce the achievement rate of SPM indicators in the Emergency Room can be overcome as a whole.

References

Taqwim A, Ahri RA, Baharuddin A. Beban Kerja dan Motivasi Melalui Kompetensi Terhadap Penerapan Indikator Keselamatan Pasien pada Perawat UGD, ICU RSI Faisal Makassar 2020. J Muslim Community Heal [Internet]. 2020;48–59. Available from: https://pasca-umi.ac.id/index.php/jmch/article/view/221/235

Sonis JD, Aaronson EL, Lee RY, Philpotts LL, White BA. Emergency Department Patient Experience. J Patient Exp. 2018;5(2):101–6.

Ulfa M, Aril AR, Arman. Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Di RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2020. J Muslim Community Heal. 2021;2(1):52–74.

Dausawati A. Analisis Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Mentawai. 2023.

Vermasari A, Masrul M, Yetti H. Analisis Implementasi Standar Pelayanan Minimal (Spm) Di Instalasi Gawat Darurat (Igd) Rsu Mayjen Ha Thalib Kabupaten Kerinci. J Kesehat Andalas. 2019;275–84.

(KARS) KKRS. Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (KARS) (1st ed.). Jakarta: KARS; 2017.

Adritama TA, Nyorong M, Yuniati. Analisis Kebutuhan Perawat Instalasi Gawat Darurat Berdasarkan Beban Kerja Studi Kasus. Indones J Hosp Adm. 2022;5(1):19–26.

Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 81/Menkes/SK/I/2004 tentang tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit. 2004.

Permenkes. Peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 47 tahun 2018 tentang pelayanan kegawatdaruratan. Menteri Kesehat Republik Indones. 2018;

Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan No. 40 Tahun 2022 tentang Persyaratan Teknis Bangunan, Prasarana, dan Peralatan Kesehatan Rumah Sakit. Menteri Kesehat Republik Indones [Internet]. 2022;(1309):1–290. Available from: www.peraturan.go.id

Jamal ASB, Suartini DN, Budi A. Factors Related To Nurse’S Response Time in Handling of Emergency Patients. Nurse Heal J Keperawatan. 2021;10(2):321–9.

Fa’riatul Aeni H, Ali M, Zanah SM. Hubungan Sarana dan Prasarana dengan Kinerja Tenaga Kesehatan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Masa Pandemi Covid-19. Heal Care J Kesehat. 2021;10(2):217–23.

Kombih SU, Fitriani AD, Simanjorang A. Analisis Kepatuhan Perawat Terhadap Penggunaan Standar Prosedur Operasional (Spo). Media Publ Promosi Kesehat Indones. 2020;3(1):136–42.

Ahmad N, Mustafa M, Ali B. Emergency Medicine: Saving Lives in Critical Situations-Stories of Heroic Efforts, Life-Saving Techniques, and Advanced Emergency Care Strategies for Diverse Medical Emergencies. 2023;(July). Available from: https://www.researchgate.net/publication/372533822

Arini T. Budaya Keselamatan Pasien Berbasis Pemberdayaan Struktural, dengan Kepuasan Kerja Perawat. Surabaya: Universitas Airlangga. 2018.

Guidolin K, Catton J, Rubin B, Bell J, Marangos J, Munro-Heesters A, et al. Ethical decision making during a healthcare crisis: a resource allocation framework and tool. J Med Ethics. 2022;48(8).

Sulistyadi K, Primasanti Y, Setiaman S. Model Penjadwalan Shift Perawat pada UGD Pusat Pelayanan Medis di Qatar. Jurrnal Ilmu Komput Dan Inform. 2023;16(1).

Abu-Zidan FM. Advanced trauma life support training: How useful it is? World J Crit Care Med. 2016;5(1):12.

Nurlina D, Rifai A, Jamaluddin J. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kepuasan Pasien Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit TNI AD Tk Iv 02.07.04 Bandar Lampung Tahun 2017. J Ilmu Kesehat Masy. 2019;8(03):78–88.

Ahri, R. A., Rusydi, A. R., Haeruddin, H., & Yusuf, R. A. (2024). Religiosity-Based on Nurse Performance Model in Ibnu Sina Hospital. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 101-110.

Published

2024-03-26

How to Cite

Abbas, E. S. ., Ahri, R. A., & Burhanuddin, A. (2024). Implementasi Pelayanan Gawat Darurat Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 di BLUD RS H.M. Djafar Harun Kolaka Utara Tahun 2024. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 5(2), 172-184. https://doi.org/10.52103/jahr.v5i2.1685