Analisis Spasial Risk Assesment dan Identifikasi Mikroplastik dan Keberadaan Pseudomonas Sebagai Bioremidiasi Di Perairan Kota Makassar

Authors

  • Muhammad Suharsono Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sulawesi Selatan, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
  • Muhammad Ikhtiar Departement Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Alfina Baharuddin Departement Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jahr.v2i1.530

Keywords:

Kelimpahan Mikroplastik, Pseudomonas, perairan Kota Makassar

Abstract

Latar Belakang: Mikroplastik (MPs) memberikan dampak kontaminasi dan cemaran yang serius terhadap kehidupan perairan laut yang mempengaruhi rantai-rantai makanan perairan tersebut. Mikroplastik dikonsumsi oleh organisme yang berukuran mulai dari ukuran besar sampai ukuran terkecil di habitat atau ekosistem tersebut. Mikroplastik ini mengancam ekosistem laut dan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan mikroplastik dan mengindentifikasi keberadaan bakteri Pseudomonas sebagai mikroba pengurai di perairan Kota Makassar. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2021, di Pelabuhan Paotere dan Tanjung Bayam. Hasil: Hasil penelitian ini ditemukan kelimpahan mikroplastik pada Pelabuhan Paotere 0,267±0,038 MPs/L, Pantai Tanjung Bayam 0,478±0,056 MPs/L, dengan karakteristik bentuk dan ukuran yang sama dan secara umum memiliki warna mikroplastik yang berbeda. Kelimpahan mikroplastik yang tinggi pada sungai menunjukkan bahwa mikroplastik dari sumber daratan. Keberadaan Pseudomonas di perairan kota makassar juga berperan dalam degradasi plastik menjadi mikroplastik. Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa perairan di Kota Makassar telah tercemar oleh partikel mikroplastik. Saran dari penelitian yaitu kepada pemerintah untuk mengatur pengelolaan sampah plastik, dengan keterlibatan penegak hukum dan stake holder terkait agar masyarakat tidak membuang sampah plastik pada aliran sungai, drainase maupun laut.

References

Rochman CM, Tahir A, Williams SL, Baxa D V., Lam R, Miller JT, et al. Anthropogenic debris in seafood: Plastic debris and fibers from textiles in fish and bivalves sold for human consumption. Sci Rep. 2015;5(August):1–10.

Widianarko B, Hantoro I. Mikroplastik Mikroplastik dalam Seafood Seafood dari Pantai Utara Jawa [Internet]. Unika Soegijapranata. Semarang. 2018. 86 halaman. Available from: cholar.google.es/scholar?hl=es&as_sdt=0%252C5&q=Funcionalidad+Familiar+en+Alumnos+de+1°+y+2°+grado+de+secundaria+de+la+institución+educativa+parroquial+“Pequeña+Belén”+en+la+comunidad+de+Peralvillo%252C+ubicada+en+el+distrito+de+Chancay+-+periodo+2018&btn

Afdal M, Werorilangi S, Faizal A, Tahir A. Studies on Microplastics Morphology Characteristics in the Coastal Water of Makassar City, South Sulawesi, Indonesia. Int J Environ Agric Biotechnol. 2019;4(4):1028–33.

Kershaw Peter J. Marine plastic debris. Global lessons and research to inspire action. Unep. 2016;1–192.

GESAMP Joint Group of Experts on the Scientific Aspects of Marine Environmental Protection). Sources, fate and effects of microplastics in the marine environment: a global assessment (Kershaw, P. J., ed.). (IMO/FAO/UNESCO-IOC/UNIDO/WMO/IAEA/UN/UNEP/UNDP Joint Group of Experts on the Scientific Aspects of Marine Environmental Protection). Rep Stud GESAMP [Internet]. 2015;No. 90:96 p. Available from: www.imo.org

Lolodo D, Nugraha WA. Mikroplastik Pada Bulu Babi Dari Rataan Terumbu Pulau Gili Labak Sumenep. J Kelaut Indones J Mar Sci Technol. 2020;12(2):112–22.

Wicaksono EA, Tahir A, Werorilangi S. Preliminary study on microplastic pollution in surface-water at Tallo and Jeneberang Estuary, Makassar, Indonesia. AACL Bioflux. 2020;13(2):902–9.

Rahmadhani F. Identifikasi dan analisis kandungan mikroplastik pada ikan pelagis dan demersal serta sedimen dan air laut di perairan pulau mandangin kabupaten sampang. Skripsi. 2019;1–66.

Komunikasi M, Lingkungan T. Jurnal Presipitasi Perkembangan Penelitian Mikroplastik di Indonesia. 2020;17(3):344–52.

Singh B, Sharma N. Mechanistic implications of plastic degradation. Polym Degrad Stab. 2008 Mar 1;93:561–84.

Sriningsih A, Shovitri M. Potensi Iaolat Bakteri Pseudomonas Sebagai Pendegradasi Plastik. J Sains Dan Seni. 2015;4(2):67–70.

Islami AN. Biodegradasi Plastik Oleh Mikroorganisme. 2019;

Wright SL, Thompson RC, Galloway TS. The physical impacts of microplastics on marine organisms: a review. Environ Pollut [Internet]. 2013;178:483–92. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.envpol.2013.02.031

Hazimah N, Obbard J. Microplastics in Singapore’s coastal mangrove ecosystems. Mar Pollut Bull. 2013 Dec 20;79.

Hafidh D, Restu IW, Made N. Kajian Kelimpahan Mikroplastik di Perairan Teluk Benoa Provinsi Bali. Curr Trends Aquat Sci [Internet]. 2018;88:80–8. Available from: http://snasppm.unirow.ac.id.id/eprosiding6-pencemaran-mikroplastik-di-sepanjang-pantai-kabupaten-tuban.html

Oktaviana, D., & Yusuf, R. A. (2021). The Effect of Health Education Based on the Health Belief Model about Pap Smear Test on Women in Rural District Indonesia. Medico Legal Update, 21(2), 7-12.

Karami A, Golieskardi A, Choo C, Larat V, Galloway T, Salamatinia B. The presence of microplastics in commercial salts from different countries. Sci Rep. 2017 Apr 6;7.

Hollman PCH, Bouwmeester H, Peters R. Microplastics in aquatic food chain : sources, measurement, occurrence and potential health risks. 2013 Jan 1;

Published

2021-06-01

How to Cite

Muhammad Suharsono, Muhammad Ikhtiar, & Baharuddin, A. (2021). Analisis Spasial Risk Assesment dan Identifikasi Mikroplastik dan Keberadaan Pseudomonas Sebagai Bioremidiasi Di Perairan Kota Makassar. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 2(1), 69-83. https://doi.org/10.52103/jahr.v2i1.530