Peran TNI Angkatan Laut Dalam Penegakan Hukum Terhadap Kejahatan Perikanan Penggunakan Bom Ikan Dan Bahan Kimia

Authors

  • Muhammad Ichlas Thamsi Magister Ilmu Hukum, Universitas Muslim Indonesia
  • Hambali Thalib Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia
  • Anggreany Arief Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Keywords:

Angkatan Laut, Kejahatan Perikanan, Bom Ikan, Bahan Kimia

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis peran yang dimiliki oleh penyidik Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) dalam konteks penegakan hukum terhadap kejahatan perikanan penggunaan bom ikan dan bahan kimia, di perairan Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris, pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian: 14 penyidik Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VI, 10 nelayan dan sampel penelitian pembanding 4 orang Penyidik Pangkalan PSDKP Makassar serta 2 orang Penyidik dari Polairud Polda Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Peran TNI AL dalam penegakan hukum terkait kejahatan perikanan adalah kewenangan Atribusi berdasarkan Undang-Undang No. 34 Tahun 2024 tentang  TNI dan Undang-Undang  No. 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, namun dalam pelaksanaan penegakan hukum pengguna bom ikan dan bahan kimia masih kurang efektif.

The research objective is to analyze the role of investigators at the TNI AL VI Main Base (Lantamal VI) in law enforcement against fisheries crimes using fish bombs and chemicals in Makassar waters. This research uses empirical legal research methods, interviews and documentation to collect data. Samples in the research: 14 investigators from the VI Navy Main Base, 10 fishermen and a comparison research sample of 4 Makassar PSDKP Base Investigators and 2 Investigators from the South Sulawesi Police Polairud. The research results show that the role of the Indonesian Navy in enforcing laws related to fisheries crimes is attribution authority based on Law no. 34 of 2024 concerning TNI and Law no. 45 of 2009 concerning Amendments to Law no. 31 of 2004 concerning Fisheries, however, in implementing law enforcement the use of fish bombs and chemicals is still less effective.

References

Andriani, A. (2018). Saya Indonesia, Negara Maritim Jati Diri Negaraku. CV Jejak (Jejak Publisher).

Burhanuddin, A. I. (2018). Pengantar Ilmu Kelautan dan Perikanan. Deepublish.

Firmansyah, A., Herman, H., & Hamka, H. (2022). Primum Remedium Dalam Tindak Pidana Korporasi Di Bidang Perikanan. Jurnal Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam, 4(2), 108-125.

Harasti, D., Davis, T. R., Jordan, A., Erskine, L., & Moltschaniwskyj, N. (2019). Illegal recreational fishing causes a decline in a fishery targeted species (Snapper: Chrysophrys auratus) within a remote no-take marine protected area. PLoS One, 14(1), e0209926.

Huliselan, N. V., Tuapattinaja, M. A., Mamesah, J. A., & Tetelepta, J. M. (2023). Konektivitas Kawasan Konservasi (Terumbu Karang, Mangrove Dan Lamun) Dan Sumber Daya Ikan. Blue 101, 6145.

Karim, M. F., & Almira, J. (2023). NGO and Global Voluntary Standards in Sustainable Seafood: The Case of Aquaculture Stewardship Council (ASC) in Indonesia. The Journal of Environment & Development, 32(2), 165-191. https://doi.org/10.1177/10704965231158568.

Masri, I. S., Legionosuko, T., & Sulistyadi, E. (2022). Fishermen Empowerment Strategy as a Solution against Hybrid Threats in Indonesia. International Journal of Research and Innovation in Social Science, 6(9), 718-721.

Misbach, A., Widodo, P., & Saragih, H. J. R. (2022). The role of Indonesia customs in the eradication of IUU fishing. Customs Research and Applications Journal, 3(2), 35-54.

Perdana, L. A., Windradi, F., Sari, A. G., Widayati, S. C., & Limantara, A. D. (2022, December). Inhibiting Factors in Enforcement Law of Illegal Fishing Indonesian Seas Based on International Maritime Law. In 3rd Borobudur International Symposium on Humanities and Social Science 2021 (BIS-HSS 2021) (pp. 686-691). Atlantis Press.

Poedjirahajoe, E. (2018, July). Konservasi Sumberdaya Alam Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik (Meminimalisir Dampak Pencemaran Lingkungan). In Prosiding Seminar Nasional.

Putra, I. N. R. C., Sugiartha, I. N. G., & Suryani, L. P. (2021). Sanksi Pidana Terhadap Pencurian Ikan (Ilegal Fishing) Di Laut Indonesia Yang Dilakukan Oleh Kapal Asing. Jurnal Preferensi Hukum, 2(3), 603-608.

Putri, N. G. J., Moenta, A. P., & Ruslan, A. (2021). Pelaksanaan Pengawasan Atas Penangkap Ikan yang Dapat Mengganggu dan Merusak Keberlanjutan Sumber Daya Ikan. PETITUM, 9(2), 88-99.

Sulaiman, S. (2010). Tantangan pengelolaan perikanan di Indonesia. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 12(3), 515-542.

Supriatna, J. (2018). Konservasi Biodiversitas: Teori dan Praktik di Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Triani, R., & Novani, S. (2023). Menciptakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Melalui Value Co-Creation Dalam Akuakultur Darat Di Indonesia. TheJournalish: Social and Government, 4(5), 292-308.

Published

2024-05-31

How to Cite

Thamsi, M. I., Thalib, H., & Arief, A. . (2024). Peran TNI Angkatan Laut Dalam Penegakan Hukum Terhadap Kejahatan Perikanan Penggunakan Bom Ikan Dan Bahan Kimia. Journal of Lex Theory (JLT), 5(2), 391-410. Retrieved from https://pasca-umi.ac.id/index.php/jlt/article/view/1745