Analisis Kriminologis Terhadap Tindak Pidana Narkotika Yang Dilakukan Oleh Anak di Kota Makassar

Authors

  • Muhammad Ibu Maulana Ruslan Magister Ilmu Hukum Universitas Muslim Indonesia
  • Abdul Agis Universitas Muslim Indonesia
  • Nur Fadhillah Mappaselleng Universitas Muslim Indonesia

Keywords:

Kriminologi, Narkotika, Anak

Abstract

Tujuan penelitian menganalisa mengapa anak melakukan kejahatan narkotika yang dilakukan oleh anak dari perspektif kriminologi; dan upaya penanggulangannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Hasil penelitian bahwa Faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh anak di kota Makassar adalah Faktor lingkungan merupakan faktor terbesar anak melakukan tindak pidana narkotika diakibatkan karena anak sangat mudah mencontoh lingkungannya sehingga anak susah membedakan yang baik atau buruk, faktor keluarga ialah ketika anak yang kurang diawasi atau tidak mendapatkan pelajaran dari lingkup keluarganya apa lagi orang tua, faktor pendidikan dengan kurangnya pendidikan terkait bahaya penyalahgunaan narkotika atau tidak diajarinya sejak dini maka sangat rentang anak terlibat penyalahgunaan narkotika. Upaya aparat penegak hukum dalam menanggulangi tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh anak dengan dua cara, yaitu dengan cara pencegahan (preventif) seperti dengan melakukan penyuhan ke pelajar dan Binluh. kemudian dengan cara penindakan (represif) dimulai dari pengintaian, penyelidikan, penyidikan, penangkapan dan penahanan.

The research objective is to analyze why children commit narcotic crimes by children from a criminological perspective; and efforts to overcome them. This type of research is empirical legal research. The results showed that the factors that cause the narcotics crime committed by children in the city of Makassar are environmental factors which are the biggest factor for children committing narcotics crimes caused because children imitate their environment very easily so that children find it difficult to distinguish good or bad, family factors are when the child is Less supervised or not getting a lesson from the scope of their family, especially their parents, the educational factor with the lack of education related to the dangers of narcotics abuse or not being taught from an early age means that the range of children involved in narcotics abuse is very wide. The efforts of law enforcement officers in overcoming narcotics crimes committed by children in two ways, namely by means of prevention (preventive) such as by providing counseling to students and Binluh. then by means of repression (repressive) starting from reconnaissance, investigation, investigation, arrest and detention.

References

Al Rasyid, A. G., Utoyo, M., & Busroh, F. F. (2020). Kebijakan Hukum Rehabilitasi Pengguna Narkoba. Disiplin: Majalah Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum sumpah Pemuda, 12-25.

Arliman, L. (2020). Mewujudkan Penegakan Hukum Yang Baik Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Negara Hukum. Doctrinal, 2(2), 509-532.

Damayanti, S., & Pangaribuan, P. (2017). Implementasi Hukum Peraturan Tindak Pidana Narkotika Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Di Kota Balikpapan. Journal de Facto, 4(1), 1-21.

Djanggih, H., & Qamar, N. (2018). Penerapan Teori-Teori Kriminologi dalam Penanggulangan Kejahatan Siber (Cyber Crime). Pandecta Research Law Journal, 13(1), 10-23.

Fatwa, A. M. (2009). Potret konstitusi pasca amandemen UUD 1945. Penerbit Buku Kompas.

Gukguk, R. G. R., & Jaya, N. S. P. (2019). Tindak Pidana Narkotika Sebagai Transnasional Organized Crime. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 1(3), 337-351.

Hamzani, A. I. (2014). Menggagas Indonesia Sebagai Negara Hukum Yang Membahagiakan Rakyatnya. Yustisia Jurnal Hukum, 3(3), 137-142.

Nainggolan, M., Zahara, E., & Saparuddin, S. (2010). Peranan Hakim dalam Memberikan Perlindungan Hukum terhadap Anak Korban Penyalahgunaan Narkotika (Studi Pengadilan Negeri Lubuk Pakam). Jurnal Mercatoria, 3(2), 116-132.

Phahlevy, R. R. (2019). Pergeseran Konsep Narkotika Dalam Sistem Hukum Indonesia. Res Judicata, 2(2), 259-275.

Simon, S. (2019). Peranan Gereja Dalam Menghambat Laju Pertumbuhan Pemakai Narkoba. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 1(2), 172-186.

Sutrasno, S. A. (2013, December). Penerapan Pidana Bagi Pecandu, Korban Penyalahguna dan Pengedar Narkotika. In PROSEDING SEMINAR UNSA (Vol. 1, No. 1), 1-11.

Published

2021-03-19

How to Cite

Ruslan, M. I. M., Agis, A., & Mappaselleng, N. F. (2021). Analisis Kriminologis Terhadap Tindak Pidana Narkotika Yang Dilakukan Oleh Anak di Kota Makassar . Journal of Lex Theory (JLT), 2(1), 19-31. Retrieved from https://pasca-umi.ac.id/index.php/jlt/article/view/427