Pengetahuan Masyarakat dan Pencegahan Penularan TB Paru Kontak Serumah di Kabupaten Gowa

Authors

  • Yosef Marsianus Karno Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Andi Asrina
  • Andi Muhammad Multazam Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jmch.v3i4.1171

Keywords:

Pengetahuan, Pencegahan penularan TB Paru

Abstract

Latar Belakang: World Health Organization (WHO) memandang bahwa TB Paru adalah salah satu penyakit infeksi yang telah lama dikenal dan masih menjadi penyebab utama kematian di dunia.  Prevalensi TB di dunia mengalami peningkatan  dari tahun 2018 tercatat sebanyak 6.116.536 kasus dan tahun 2019 sebanyak 10.400.000 kasus TB di seluruh dunia. Indonesia sendiri menyumbang sebanyak 45% dari total kasus TB di dunia. Prevalensi TB Paru menurut diagnosis oleh tenaga kesehatan di Sulawesi selatan yaitu 0,36%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan dengan upaya pencegahan penularan TB Paru kontak serumah di wilayah kerja puskesmas pabentengan kabupaten gowa

Metode: Metode Penelian ini adalah  kuantitatif. dengan pendekatan Cross Sectional study. Lokasi penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pabbentengan Kecamatan Bejeng Kabupaten Gowa terhadap 22 penderita dan 77 Keluarga penderita.

Hasil: Berdasarkan hasil  analisa stastistic menggunak uji Chi-Square menujukan p-value penelitian pengetahuan 0,002 berarti H0 ditolak artinya ada hubungan pengetahuan dengan upaya pencegahan penularan TB Paru kontak serumah.

Kesimpulan: Pengetahuan masyarakat terkait penyekit TB sangat membantu proses pencegahan TB paru konta serumah.

References

Agustina, S., & Wahjuni, C. U. (2017). Knowledge and Preventive Action of Pulmonary Tuberculosis Transmission in Household Contacts. Jurnal Berkala Epidemiologi, 5(1), 85. https://doi.org/10.20473/jbe.v5i12017.85-94

Budi, A. S., & Tuntun, M. (2013). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru BTA Positif Pada Pasien Rawat Jalan Di UPT Puskesmas Wonosobo KabupatenTanggamus. Jurnal Analis Kesehatan, 5(2), 566–573.Diakses 2 Januari 2022

Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa. 2019. Profil Kesehatan Kabupaten Gowa Tahun 2019.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. 2018. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018. Makassar: Dinkes Provinsi Sulawesi Selatan.

Fauziah Andika, Muhammad Yusriza Syahputrai, Asmaul Husna (2016) Upaya Pencegahan Penularan Penderita Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar. Journal of Healthcare Technology and Medicine Vol. 2 No. 1 .Universitas Ubudiyah Indonesia e-ISSN : 2615-109X

Febriani Robeka Wanma , Kukuh Pambuka Putra , Arwyn Weynand Nusawakan(2020) Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pencegahan Tuberkulosis di Distrik Meyado, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 5 (2) 2020

Fitria Saftarina, Nurul Islamy , dan Mutiara Cita Rasely.(2016).Hubungan Pendidikan Dan Pengetahuan Pengawas Minum Obat (Pmo) Terhadap Keteraturan Minum Obat Anti Tuberkulosis (Oat) Pada Penderita Tuberkulosis Paru Di Kabupaten Tulang Bawang Barat. ISBN No. 978-602-98559-1-3

Friedman, M. M., Bowden, V. R., & Jones, E. G.(2010). Buku ajar keperawatan keluarga: Riset, teori, dan praktik,alih bahasa, Akhir Yani S. Hamid dkk; Edisi 5. Jakarta: EGC

Girsang, M., & Tobing, K. (2010). Karakteristik demografis dan hubungannya dengan penyakit tuberkulosis dipropinsi jawa tengah (analisis lanjut riskesdas 2007), XX, 40–45. Retrieved from http://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/454/420 Diakses 2 Januari 2022

Kemenkes RI, PP & PL. (2017). Modul Pelatihan Penggunalan Tuberkulosis Bagi Petugas Kesehatan Tingkat Pertama Dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut. Jakarta

Kementerian Kesehatan RI. 2018. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018. Jakarta: Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan RI, 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, Jakarta.

Kementerian Kesehatan RI, 2016. National Strategic Plan of Tuberculosis Control 2016-2020, Jakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2016. InfoDatin-2016-TB.pdf. 2016; 12.

Kinanti, W. (2014). Pengembangan Instrumen Pengukuran Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Masyarakat Terkait Penyakit Tuberculosis (TBC) Paru. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

Manalu HSP.(2015).Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian TB paru dan upaya penanggulangannya. Jurnal Ekologi Kesehatan; 9(4): 1340–6.

World Health Organization. (2018). Global Tuberculosis Report.

Yuniar, I., & Lestari, S. D. (2017). Hubungan Status Gizi Dan Pendapatan Terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru. Jurnal Perawat Indonesia, 1(1), 18. https://doi.org/10.32584/jpi.v1i1.5

Zuliana, Imelda. (2015). Pengaruh Karakteristik Individu, Faktor Pelayanan Kesehatan dan Faktor Peran Pengawas Menelan Obat terhadap Tingkat Kepatuhan Penderita TB Paru dalam Pengobatan di Puskesmas Pekan Labuhan Kota Medan. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123 456789/14637/1/10E00476.pdf diakses pada tanggal 25 April 2022.

Published

2022-10-01

How to Cite

Karno, Y. M., Andi Asrina, & Multazam, A. M. (2022). Pengetahuan Masyarakat dan Pencegahan Penularan TB Paru Kontak Serumah di Kabupaten Gowa. Journal of Muslim Community Health, 3(4), 16-23. https://doi.org/10.52103/jmch.v3i4.1171